Filosofinews.com., Makassar (10/10) - Setiap Jum’at, ada denyut yang berbeda di dada umat. Ada doa yang bergetar lirih, ada harap yang meniti di antara rezeki dan ridha. Siang ini, Jum’at 10 Oktober 2025, langit Makassar menjadi saksi ketika semangat kebersamaan kembali tumbuh mekar melalui Program Jum’at Berkah yang digerakkan oleh Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS).
Program ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan napas kepedulian yang terus berdenyut — menjembatani tangan-tangan dermawan dengan hati-hati yang membutuhkan kehangatan perhatian. Pada edisi kali ini, sebanyak 505 pax nasi dos tersalurkan dengan penuh berkah.
Ucapan khusus kami sampaikan kepada Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, H. Ferry Taslim., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, selaku motor penggerak utama Program Jum’at Berkah ini, serta kepada Presiden 17 Provinsi, Bapak H. Mukhlis Sabirin, atas semangat dan partisipasi luar biasa beliau yang senantiasa berada di garda terdepan dalam setiap kegiatan sosial IKASMIN-SS.
Sinergi kebaikan ini juga semakin kokoh dengan dukungan dari berbagai pihak eksternal, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes, dan Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Zulmar Adhy Surya, SH., MH., yang turut berkontribusi dan memberi energi positif bagi keberlanjutan gerakan sosial ini.

Sebelas unit usaha kuliner berdiri seirama, menautkan niat dan kerja, mengolah rasa menjadi bentuk nyata kebaikan. Dari dapur ke jalan, dari tangan ke tangan, setiap kotak nasi membawa kisah — tentang persaudaraan di perantauan, tentang cinta yang bekerja dalam diam, dan tentang ketulusan yang tak pernah menuntut balas.
.png)
Di tangan penerima manfaat, nasi itu menjelma menjadi jalinan silaturahmi. Ia bukan sekadar pengisi perut, melainkan peneguh rasa kebersamaan. Inilah wajah sejati IKASMIN-SS — bukan hanya rumah bagi para saudagar Minangkabau, tetapi juga sumber kesejukan bagi masyarakat yang merasakan keberadaannya.
Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, dalam pernyataannya menyampaikan:
“Jum’at Berkah bukan hanya kegiatan berbagi, tapi cerminan dari jiwa kita sebagai perantau yang tak lupa asal dan sesama. Di setiap butir nasi ada niat tulus, di setiap senyum penerima ada keberkahan yang kembali. Selama ruh gotong royong ini terus kita rawat, maka IKASMIN-SS akan menjadi suluh — menerangi, menguatkan, dan menebar manfaat bagi banyak orang. Basamo Kito Tangguh.”
Program Jum’at Berkah bukan sekadar amal sesaat, tetapi warisan nilai yang ingin dijaga. Ia tumbuh dari filosofi Minangkabau: barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang — yang berat dipikul bersama, yang ringan dijinjing bersama.
Selama semangat itu masih berdenyut, Jum’at Berkah akan terus hadir — menebar manfaat tanpa henti.
Sebab bagi IKASMIN-SS, berbagi bukan diukur dari banyaknya yang diberikan, melainkan dari tulusnya kebersamaan yang mengalir di antara kita.
Basamo Kito Bisa.
Tulis Komentar